Manfaatkan Liburan Singkat, Cepat Namun Cermat

Biasanya apa yang kalian lakukan saat libur weekend apalagi ditambah libur nasional setelah/sebelum weekend tiba? Adalah sesuatu banget yah kalau dapat libur 3 hari dalam minggu tertentu. Bosen cuma di rumah aja? Bosen dengan hiruk pikuk ibu kota? Macet, ramai dan sumpek? Rasanya pengen keluar kota mencari kenyaman dan nggak bising tentunya kan?

Sebut saja Jogja yang di kenal sebagai kota yang ramah dan lingkungan yang kondusif untuk berlibur. Mari kita manfaatkan waktu tiga hari kita untuk berlibur di kota pelajar dan di kenal murah karena kuliner dan tempat wisatanya.

Buat yang benar-benar niat pergi ke Jogja dengan budget rendah kalian harus booking tiket tiga bulan sebelum hari H lumayan dapat tiket murah lho Cuma Rp.74.000. Nah disamping itu jika kalian juga memang mengharuskan niat ke Jogja range harga sekitar Rp.74.000-300.000 sekali jalan. So, tentukan jadwal keberangkatanmu agar liburan di sana dapat dimanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan hingga pulang ke Jakarta juga tidak terlalu mepet.

Sebelumnya gua booking tiket dua minggu sebelum hari H, hmm harganya sih lumayan ya Rp.150.000 dan tiket pulang Rp.215.000 dengan harga segitu untuk menghilangkan penat keluar dari ibukota worth it lah pastinya. Fyi, tiket pulang juga ada harga Rp. 74.000 lho mungkin karena waktunya gak tepat so I lost that moment. Dengan perjalanan sekitar 8 jam lebih menuju Jogja dengan jadwal keberangkatan di pagi hari pukul 06.55-15.00 dan jadwal kepulangan sekitar 18.55-03.30, sekiranya butuh waktu 1 hari 3 jam untuk menikmati kota Yogyakarta. Mau tahu tempat mana aja yang akan dikunjungi? Yuk mampir.

Jam 3 sore gua sudah sampai di Stasiun Lempuyangan langsung gua call temen Jogja disana yang sebelumnya emang kita udah janjian juga buat temenin jalan-jalan di kota Jogja. Lapar, isi perut dulu di sekitar pemukiman anak kos dekat kampus Veteran yang murah meriah dan kita bisa ambil sesuka hati dan sebutin apa aja yang kita makan di kasir tinggal bayar deh, berkisar Rp. 7.000-15.000 bisa makan puas. Rehat sejenak di homestay yang baru aja gua pesen di kereta harganya Rp.200.000 di Malioboro fasilitasnya bagus kok dan include breakfast juga. Bersih–bersih, dandan yang cantik untuk bersiap menikmati indahnya kota Jogja di malam hari enggak lupa untuk mencicipi angkringan yang murah di sekitar sini sekedar saran kalian harus liat dulu ya daftar harganya gak mau kan dapet harga yang fantastis seperti beberapa waktu yang lalu sempat viral di media sosial. Udah jalan-jalannya, isi perut dan belanja, tinggal rehat dan bersiap untuk besoknya.

Keesokan harinya, setelah breakfast gua dan temen gua di Jogja berangkat menelusuri candi-candi di sekitar sana, Candi Prambanan dan Candi Sewu yang lokasinya berdekatan. Candi Prambanan yang menghadap ke selatan sedangkan Candi Sewu menghadap ke Timur, selatan barat dan utara tetapi kawasan yang di buka untuk pengunjung yaitu pintu selatan bersamaan dengan pintu masuk Candi Prambanan. Untuk HTMnya 40.000 untuk umum dan 35.000 untuk pelajar, wah disini ternyata kartu pelajar masih berlaku yah untung gua masih mahasiswa walau tingkat akhir seenggaknya kartu mahasiswa masih berlaku hehe. Di sini juga menawarkan paket untuk Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko yaitu 75.000 (htm ke Candi Ratu Boko juga 40.000). sedangkan Candi Sewu hanya 8.000 tapi tetap masuk melalui Candi Prambanan jadi total memasuki Candi Prambannan dan Sewu 48.000. Lumayan juga harga tiket masuknya, bersama temen gua dari Jogja kita dapet ide bisa masuk Candi Sewu dengan alasan survey tempat untuk acara khusus di candi tersebut.

Dengan penjelasan panjang lebar mengenai prosedur dan tata cara menyelenggaraan dan bermodal kartu mahasiswa alhasil kita bisa masuk ke Candi Sewu. Sebentar menelusuri candi dan foto-foto sekeliling akhirnya kita bisa menikmati indahnya Candi Sewu secara gratis.

Sudah menikmati keindahan Candi Prambanan dan Candi Sewu, lanjut lagi ke Dlingo yaitu ke Hutan Pinus Tengger yang fotonya ngehits banget kalo malem hari lho, karena kita datangnya siang hari gak perlu ngantri tapi sayang panas euy. Di sini tidak dikenakan tiket masuk hanya bayar uang parkir Rp.3.000 dan bayar di tempat seiklasnya aja. Adem banget duduk di bawah pohon yang lebat ya.

Panas-panas gini mau coba main air biar seger, masih di daerah Dlingo yaitu di Air Terjun Lido, jaraknya sekitar setengah jam dari Hutan Pinus Tengger. Sayangnya sampai sana air terjunnya kering, air mengalir tidak terlalu deras, namun airnya cukup segar untuk dinikmati dengan warna kebiruan yang khas. Di tempat ini pun tidak dikenakan tiket masuk pula jadi hanya membayar uang parkir Rp.2.000 saja.

Menjelang sore kita mampir lagi ke Hutan Pinus Manguan bersantai kurang lebih sama halnya dengan Hutan Pinus Tengger jarak mereka pun berdekatan, di kawasan ini pula banyak yang menawarkan keindahan hutan pinusnya dan rumah pohon yang di rangkai indah menarik untuk di foto.

Sudah sore, khawatir ketinggalan kereta kami bergegas menuju homestay untuk siap- siap kembali ke Jakarta. Sekitar jam 4 kami telah sampai mandi dan bergegas pulang menuju Stasiun Lempuyangan. Liburan yang singkat namun cukup menikmati waktu luang di hari libur dan tanggal ke jepit.

Memang enggak harus Jogja, masih banyak tempat-tempat lain yang ramah lingkungan seperti Purwakarta, Wonosobo, Cilacap, Bandung dan kota-kota lainnya tinggal memilah tujuan mana yang pas dengan waktu yang singkat namun bermakna terlebih bisa dinikmati di waktu weekend.

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: